Fengshui : Lima Tips Membuat Kamar Mandi di dalam Kamar tidur

Kamar mandi atau toilet di dalam kamar tidur makin banyak diminati. Bahkan menurut pengamatan kami, tidak kurang dari 80% pemilik rumah yang sudah memiliki kamar mandi di dalam kamar....

5 Hotel Unik Untuk Liburan

Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk melakukan liburan. Tetapi, apakah Anda sudah menentukan pilihan kemana akan berlibur? Dirangkum dari laman businessinsider.com, berikut ini pilihan....

Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Friday, 3 April 2015

Apa Bedanya Asuransi Kebakaran Dan Asuransi Properti

apa bedanya asuransi kebakaran dan asuransi properti
RumahDewi.Com – Asuransi properti dapat melindungi rumah Anda dari berbagai jenis risiko, salah satunya musibah kebakaran. Akan tetapi, ternyata ada juga asuransi kebakaran yang terpisah dari asuransi properti.
Lantas, apa perbedaan asuransi kebakaran dengan asuransi properti? Berikut ini ulasannya:
ASURANSI KEBAKARAN
Seperti namanya, asuransi kebakaran menjamin kerugian atau kerusakan harta benda akibat kebakaran dan/atau penyebab lainnya yang dijamin dalam polis. Risiko-risiko yang dijamin dalam polis standar asuransi kebakaran Indonesia ada lima, yakni kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap.
1. Kebakaran
Ada tiga jenis kebakaran yang termasuk dalam perlindungan, yakni kebakaran yang diakibatkan oleh menjalarnya api atau panas yang timbul sendiri; hubungan arus pendek; dan kebakaran yang terjadi karena kebakaran benda lain di sekitarnya, dengan ketentuan kebakaran benda lain tersebut bukan akibat dari risiko yang dikecualikan dalam polis.
2. Petir
Kerusakan yang secara langsung disebabkan oleh petir. Khusus untuk mesin listrik, peralatan listrik, atau elektronik dan instalasi listrik, kerugian atau kerusakan dijamin oleh polis ini apabila petir tersebut menimbulkan kebakaran pada benda-benda dimaksud.
3. Ledakan
Ledakan yang berasal dari harta benda yang dipertanggungkan pada polis ini atau polis lain yang berjalan serangkai dengan polis ini untuk kepentingan tertanggung yang sama.
4. Kejatuhan pesawat terbang
Kejatuhan pesawat terbang yang dijamin dalam polis ini adalah benturan fisik antara pesawat terbang termasuk helikopter atau segala sesuatu yang jatuh dari padanya dengan harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan atau dengan bangunan yang berisikan harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan.
5. Asap
Asap yang berasal dari kebakaran harta benda yang dipertanggungkan pada polis ini atau polis lain yang berjalan serangkai dengan polis ini untuk kepentingan tertanggung yang sama.
Perluasan Perlindungan
Asuransi kebakaran juga dapat memberikan perluasan perlindungan, antara lain:
• Kerusuhan, pemogokan, kerugian akibat perbuatan jahat serta huru-hara sesuai dengan versi DAI (Dewan Asuransi Indonesia)
• Gempa bumi, kebakaran, atau ledakan akibat gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami (polis tersendiri)
• Biaya pembersihan puing-puing
• Tanah longsor
• Gangguan usaha (polis tersendiri)
• Angin topan, badai, banjir, dan kerusakan karena air
• Asap dan benturan kendaraan
Risiko yang Tidak Dijamin
• Kebakaran atau ledakan dari api yang timbul sendiri (self combustion) atau api yang timbul dari sifat barang itu sendiri (inherent vice)
• Kerusakan akibat perang, penyerbuan, aksi musuh asing, dan kegiatan lain sejenisnya
• Reaksi atau radiasi nuklir atau pencemaran radio aktif
ASURANSI PROPERTI
Asuransi properti, atau yang biasa disebut juga dengan asuransi rumah, memiliki perbedaan definisi yang tipis dengan asuransi kebakaran. Pada beberapa perusahaan, asuransi properti dibedakan dari asuransi kebakaran, sedangkan pada perusahaan lainnya asuransi kebakaran merupakan bagian dari asuransi properti.
Pada intinya, asuransi properti akan memberikan berbagai jenis perlindungan terhadap properti atau rumah Anda. Perbedaan asuransi kebakaran dengan asuransi properti terletak pada jenis perlindungan yang diberikan.
Jika pada asuransi kebakaran hanya memberikan perlindungan terhadap lima hal (kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap), asuransi properti memberikan perlindungan yang lebih luas, misalnya perlindungan dari banjir, pencurian, aksi mogok, kerusuhan, dan huru-hara. Hal-hal yang disebutkan terakhir tersebut memang juga tersedia pada asuransi kebakaran, tapi konsumen dikenakan tambahan premi, sedangkan pada asuransi properti itu sudah merupakan perlindungan standar.
Jadi, secara sekilas, terlihat bahwa asuransi properti memberikan perlindungan yang lebih luas daripada asuransi kebakaran. Karena itu, premi pada asuransi properti lebih mahal dibandingkan asuransi kebakaran. Setiap perusahaan asuransi memiliki produk yang berbeda-beda, ada yang sudah memasukkan asuransi kebakaran di dalam asuransi properti, tapi ada juga yang menjualnya secara terpisah. Karena itu, Anda harus bertanya lebih detail mengenai perbedaan asuransi kebakaran dengan asuransi properti yang dijual.

Thursday, 2 April 2015

MESKI BISNIS PROPERTI SURAM, RUMAH MURAH TETAP DIBURU


Rumahdewi.com - Kendati bisnis properti diprediksi suram karena sudah berada pada titik jenuh, potensi pasar kelas bawah masih tetap ada. Rumah-rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta masih banyak diburu.
Marketing Executive Citra Indah, Aryanto, mengatakan, animo pembeli hunian terhadap rumah dengan kisaran harga Rp 150 juta - Rp 500 juta masih tinggi. Rumah seharga ini diincar oleh mereka yang berpenghasilan sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta per bulan.
"Animo paling tinggi dari pembeli rumah pertama dengan rentang usia 25 tahun hingga 35 tahun. Pendapatan rerata mereka kan di kisaran Rp 3,5 juta hingga 4 juta per bulannya," ujar Aryanto kepada Kompas.com, saat HousingEstate BTN Property Expo 2015 di Atrium FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2015).
Aryanto menuturkan, rumah di Citra Indah dengan sekitar Rp 137 jutaan adalah produk yang paling laris dipasarkan.
"Setahun terakhir memang paling banyak terjual rumah tipe sederhana. Tahun ini kami juga akan lebih banyak menyediakan hunian tipe tersebut karena pasar sepertinya masih tertarik," lanjut Aryanto.
Aryanto menyebutkan, dari 1.000 hunian yang akan dipasarkan di Citra Indah tahun 2015 ini, 40 persennya akan dibentuk menjadi rumah tipe sederhana.
"Kami berencana untuk memasarkan 5 klaster tahun 2015 ini. Masing-masing klaster berisi 200 unit. 40 persen dari 5 klaster tersebut kita bentuk tipe sederhana, 30 persen tipe menengah, sedangkan sisanya merupakan rumah mewah," tandas Aryanto.
Sebelumnya diberitakan, pasar properti di Indonesia dinilai melambat pada kuartal pertama tahun 2015. Perlambatan disebabkan kondisi pasar yang sedang jenuh dan terlalu tingginya harga properti.
"Memang pergerakan pasar properti pada 2014 lambat, namun kuartal pertama tahun ini lebih lambat lagi. Perlambatannya minus 5 hingga minus 8 persen. Saya prediksi akan terus melambat sampai akhir 2015," ujar CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanada kepada Kompas.com, di Bekasi, Sabtu (28/3/2015).
Ali mengatakan pasar properti pada tiga bulan pertama 2015 ini mencapai titik paling rendah sejak tahun lalu. Pengembang dianggap salah menyasar pasar karena mengincar kelas atas.
"Pasar kita ini sudah jenuh. Ketika hal ini terjadi maka pasar akan terbatas, mereka tidak akan mengalami peningkatan. Apalagi dengan tingginya harga yang dipasarkan pengembang. Pasar Indonesia itu kan dominan kelas menengah tapi pengembangnya justru selalu main di atas," kata Ali.